Nih. Baca Dulu Tips Mau Beli Rumah Baru Atau Bekas

Mana yang lebih pas untuk Anda miliki? Sebuah rumah baru yang terletak di lingkungan klaster modern, serta menawarkan desain dan teknologi ramah lingkungan terbaru, atau justru sebuah rumah second yang membutuhkan sedikit renovasi?? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin akan bermunculan ketika hendak membeli rumah. Jawabannya juga bisa dikembalikan lagi kepada kebutuhan pribadi masing-masing. Mulai dari gaya hidup, kemampuan finansial, sampai dengan perspektif pribadi Anda mengenai sebuah hunian.
Ada banyak alasan yang membuat pertimbangan membeli rumah seken lebih masuk akal. Meskipun akan membutuhkan usaha lebih untuk merenovasi rumah. Sebagai contoh, Anda sudah berencana untuk pindah ke sebuah kawasan pemukiman spesifik yang dekat dengan pusat kota. Rumah semacam ini biasanya sangat langka ditemukan pada perumahan baru.
Kebanyakan pemukiman dengan lingkungan tetangga yang terbentuk hanya bisa ditemukan pada rumah seken. Rumah baru umumnya berlokasi di area baru yang lokasinya rata-rata di kota penyangga.
Tapi Anda harus mempertimbangkan secara serius manfaat yang bisa didapat jika membeli perumahan baru. Simak artikel berikut ini, dikutip dari Newhomesource.com.
  1. Konsumsi energi yang efisien
Bagi Anda yang peduli terhadap gerakan ramah lingkungan, –mulai dari menghemat biaya listrik yang dibayar setiap bulan, sampai dengan keberlanjutan lingkungan – perumahan baru adalah pilihan yang tepat.
Umumnya, proyek hunian yang digarap oleh developer belakangan ini memilih material yang ramah lingkungan. Mulai dari atap baja ringan, frame jendela alumunium, batu bata atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain), sampai dengan warna cat cerah untuk memantulkan sinar matahari.
Jika membeli rumah bekas yang dibangun 10 tahun lalu mungkin spesifikasi bangunannya sudah jauh berbeda. Pada beberapa rumah baru yang memiliki konsep hijau, para pengembang juga telah melengkapi hunian dengan ragam instalasi eco-green. Mulai dari filtrasi udara, smarthome, penampungan air hujan, sampai dengan reverse osmosis yang menyaring air.
Sejumlah instalasi tersebut tentunya akan berpengaruh positif terhadap kualitas hidup Anda dan keluarga.
  1. Fleksibilitas ruangan dan pemasangan kabel.
Jika Anda sudah membeli rumah seken, Tidak banyak hal untuk diubah. Mulai dari penataan ruangan, tinggi plafon, sampai dengan pencahayaan dan desain rumah ala tahun 90an. Sementara itu jika tinggal di rumah baru, Anda bisa mendapatkan perubahan desain sampai dengan jaminan perbaikan hingga 100 hari (sesuai kesepakatan dengan pengembang).
Pada umumnya perumahan baru juga dilengkapi oleh instalasi kabel bawah tanah yang membuat rumah Anda terlihat rapi dan praktis.
  1. Biaya penggantian
Perumahan baru tentunya dilengkapi oleh material dan perabot yang baru. Mulai dari atap, jendela, countertop wastafel, dan lain-lain. Kemudian jika mengisi rumah dengan perabot baru, Anda akan mendapatkan barang-barang dengan jaminan kualitas garansi hingga 10 tahun. Beda halnya jika membeli rumah seken.
Perabot dan material bangunan tentu sudah memiliki usia tertentu yang membutuhkan pergantian dalam jangka waktu dekat. Coba bayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk mengganti tiap perabot rumah tersebut. Mulai dari atap, cat, dapur, kamar mandi, dan lain sebagainya.
  1. Perhitungan jangka panjang
Selain beberapa hal diatas, Anda juga perlu memikirkan prioritas jangka panjang. Jika memilih membeli rumah baru dengan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah), Anda harus memikirkan soal biaya cicilan yang berubah-ubah dalam jangka waktu yang relatif panjang (sampai dengan 25 tahun).
Akan tetapi, jika Anda berencana untuk memiliki rumah sebagai aset investasi, rumah baru tentu memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding rumah seken.
Jadi, pilihan tetap ada di tangan Anda. Bagi Anda yang masih ragu untuk membeli perumahan baru yang sedang diincar. (Isnaini. K-rumahdotcom)

Nih. Baca Dulu Tips Mau Beli Rumah Baru Atau Bekas