KENALI MODUS PENIPUAN MEMBELI PROPERTY SECARA ONLINE

Jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah membuat kebutuhan tempat hunian tidak dapat dibendung lagi. Biarpun kini banyak pengembang yang membangun rumah/apartemen, dan kenali modus penipuan memberi property secara online namun tidak semua orang dapat mencicipi kenikmatan memiliki rumah sendiri mengingat harganya yang terus merangkak naik. Kondisi seperti ini menjadi celah scam bagi oknum yg tidak bertanggung jawab yang gencar bergerilya mencari target baru, terutama calon pembeli yang ingin membeli/menyewa rumah.

1. Memasang iklan rumah murah di berbagai media, seperti di internet dan media cetak. Pelaku bahkan berani memberi nomer kontak pribadi untuk menjaring target. Korban yang kebetulan sedang membutuhkan rumah umumnya langsung mengontak pelaku. Apa yang terjadi selanjutnya mirip modus pertama di atas.

2. Pelaku meminta Anda mentransfer uang. Inilah tanda paling meyakinkan kalau Anda sedang berhadapan dengan penipu. Tidak ada alasan untuk mentransfer uang sebelum penandatanganan kontrak di depan notaris atau pejabat PPAT. Itu hanya alasan yang dibuat-buat oleh pelaku. Sekali Anda mengirimkan uang, sangat sulit untuk mendapatkannya kembali.

3. Hati-hati juga dalam melakukan transfer booking fee. Pastikan kita mengenal jelas agen properti atau penjual properti yang kita hubungi. Jangan sampai kita salah pilih agen, kita harus selalu cek track record agen properti tersebut. Jika dia agen yang dinaungi company atau perusahaan kita harus cek legalitas dan keaslian perusahaan tersebut. Jika dia agen independen setidaknya kita tidak menemukan hal-hal aneh pada agen tersebut. Jangan sembarangan dalam transfer booking fee pada agen properti.

4. Kredibilitas pengembang sangat penting, sebab dengan perusahaan inilah konsumen melakukan ikatan hukum. Konsumen relatif lebih aman membeli rumah dari pengembang yang sudah go public. Mereka ini umumnya tidak terpengaruh regulasi perbankan, karena punya banyak alternatif sumber dana, sehingga risiko keterlambatan pembangunan tidak terlalu besar.

5. Carilah developer yang bekerjasama dengan bank. Pasalnya, sebelum bekerjasama dengan developer, bank telah mengevaluasi developer, termasuk mengecek status tanah, peruntukan lahan, sertifikat yang dimiliki developer, dan aspek lain seperti fasilitas umum, sosial, dan kondisi lingkungan.

KENALI MODUS PENIPUAN MEMBELI PROPERTY SECARA ONLINE