MENGENAL SERTIPIKAT SHM DAN SHGB SEBELUM MEMBELI RUMAH - INFO RUMAH BEKASI

Bagi pengguna, penyewa, pembeli dan penjual properti, istilah dokumen resmi sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) sudah sering ditemui dan paham betul dengan perbedaan nya. Lalu, bagi orang yang tidak terlalu mengerti, apa arti dari dua sertifikat tersebut dan apa yang membedakannya?

Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atau istilah dalam bahasa inggrisnya ‘Building Rights Title’ adalah hak untuk memanfaatkan dan mendirikan bangunan di tanah yang disebutkan dalam sertifikat, dalam jangka waktu tertentu. Kepemilikan Sertifikat HGB tidak hanya di khususkan untuk Warga Negara Indonesia (WNI). Sertifikat HGB dapat di miliki oleh Warga Negara Asing maupun investor asing.

Menurut Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, terdapat delapan jenis hak-hak atas tanah, antara lain:
1. hak milik, dibuktikan dengan sertifikat hak milik
2. hak guna usaha, dibuktikan dengan sertifikat hak guna usaha
3. hak guna-bangunan, dibuktikan dengan sertifikat hak guna bangunan
4. hak pakai
5. hak sewa
6. hak membuka tanah
7. hak memungut-hasil hutan
8. hak-hak lain

Sertifikat Hak Milik (SHM)
Sertifikat Hak Milik yang merupakan jenjang sertifikat hak atas sebuah tanah yang tertinggi atau terkuat. SHM (Sertifikat Hak Milik) adalah jenis sertifikat yang pemegangnya memiliki kekuasaan penuh sebagai pemilik dari lahan disebuah kawasan dengan luas tertentu yang tercantum dalam surat dengan waktu yang tidak terbatas. Dengan demikian, pemegang sertifikat yang tercantum dalam surat menjadi pemilik seutuhnya tanpa adanya campur tangan dan kemungkinan kepemilikan bagi pihak lain.
RUMAH MURAH DP 5 JUTA SERTIPIKAT SHM DEKAT STASIUN BEKASI
1.Lokasi masuk Mobil, bebas banjir dan Lokasi dengan pemandangan selayak Hunian Asri, CLIK DISINI
Keuntungan tanah dengan sertifikat SHM adalah :

Dapat diwariskan secara turun temurun.
Sertifikat yang paling kuat dan penuh.
Hak milik dapat diperjual belikan.
Hak milik dapat dijadikan agunan untuk kredit.
Tidak ada batas waktunya.
Tanah dengan status hak milik dapat hilang jika, terjadi salah satu kejadian berikut:
Tanah jatuh kepada negara, karena: pencabutan hak, penyerahan dengan sukarela oleh pemilik, karena ditelantarkan, pewarisan tanpa wasiat kepada orang asing (tidak dimiliki oleh WNI).
Tanah musnah

Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)
Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) merupakan hak atas seseorang untuk mendirikan dan memunyai bangunan-bangunan diatas tanah  yang bukan miliknya sendiri. Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dimiliki oleh pemerintah ataupun tanah yang dimiliki perseorangan atau badan hukum. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ini berlaku hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga batas waktu 20 tahun.

Berdasarkan Peraturan Undang-Undang Pasal 36 ayat (1) UUPA, hak guna bangunan dapat dimilki oleh setiap WNI dan badan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

1. Adapun Keuntungan dan kerugian memiliki Sertifikat Hak Guna Banguna

Keuntungan Membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
Tidak Membutuhkan Dana Besar
Peluang Usaha Lebih Terbuka. Properti dengan status HGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama.
Bisa dimiliki oleh Non WNI

2. Kerugian membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
- Jangka Waktu Terbatas
- Tidak Bebas

MENGENAL SERTIPIKAT SHM DAN SHGB SEBELUM MEMBELI RUMAH - INFO RUMAH BEKASI